Blogging

Rebranding Blog? Why not!

Mei 20, 2021

Hello, long time no see everyone!

Akhirnya postingan baru di 2021. Fyuhhh

Jadi ceritanya habis perjalanan panjang dari 2020-2021 nih. Galau soal karir dan segala quarter life crisis, semua campur aduk, tapi malah kebanyakan overthinking -overthinking yang over- dan sekarang jadi deg-degan banget buat kembali melemaskan jari dan mengisi blog :)

Semua berawal dari ikut 1 week free course RevoU di bulan Februari. Disitu jadi terekspose sama landscape digital marketing. Didalamnya juga mulai paham sama yang namanya SEO buat blog dan traffic. 

Di bulan Mei ini juga, syukur Alhamdulillah banget bisa dapet kerjaan yang ga pernah kebayang: jadi content writer newbie di sebuah konsultan. Awalnya diajakin teman yang sudah dulu bekerja disana. Tanpa background pekerjaan dan jurusan yang berhubungan -jurusan seperti literatur, business atau marketing. Hanya bermodalkan menang lomba dulu saat kompetisi blog dulu 100 Resilient Cities Kota Semarang, dan juga portfolio bikin konten jualan dan postingan IG. Alhamdulillah pokoknya ya, bisa dapat kerjaan di bidang digital marketing, creative, dan juga deket rumah.

Back to the main topic, soal benahin blog. Jadi tanpa background tadi, bikin aku kudu belajar lanjut dengan searching-searching orang-orang yang berkecimpung di dunia copy dan content. Hunting jejaring LinkedIn, kepo konten-konten peserta forum RevoU, denger podcast, baca berbagai utas twitter, juga blog-walking berbagai copywriter dan content writer. Itu semua bikin stonks keinginan membenahi blog. Akhirnya, gong akhir berbunyi, terbentuk niat yang bulat, sehabis mampir blognya Kak Langit Amaravati! Keren, simple, kece banget personal brandingnya.

Mulailah disitu, aku berbenah dari nama baru blog, tampilan, juga bikin avatar diri sendiri. Dipikir-pikir juga ini semacam kado baru buat diri sendiri untuk ulangtahunku yang ke-26 kemarin-kemarin ini. Layaknya renovasi ruang. Ruangnya ditata rapi dan dibuat menarik untuk menjadi stand display karya-karya baru, menarik pengunjung dan meningkatkan traffic -pengennya sih gitu ya he :D

Nama Baru Blog: bila la vida


Header baru


Avatar sabilbahar, biar tulisan makin ekspresif



Templatenya sih masih pakai yang lama. Sudah utak-atik beberapa template gratisan, namun masih terlalu susah untuk dipahami. Keburu pusing sendiri dan bikin mood down. Perlu belajar soal css, slicing, dllnya. Jadi akhirnya, kembali pakai template lama dengan penyesuaian kecil-kecilan di widget. 

Walaupun kecil, tapi banyak dan mendetail. Perintilannya banyak yang harus diperhatikan. Ruang yang dulu masih terhitung personal dengan goresan-goresan bebas, saat ini ditata benar-benar rapi, dengan aksesori-aksesori yang pantas untuk ditempati sebagai ruang kerja sekaligus menjadi toko.

Benar-benar deh bikin seger dan semangat lagi! Satu bulan satu post, yok bisa yok! Hahaha

Mungkin kalau sudah ada budget bakal pesan template custom. Tapi, kalau ada waktu dan semangat, semoga bisa mulai belajar utak-atik bikin template sendiri. Sekarang masih berkutat dengan dunia perkontenan, jadi berjalan pelan-pelan namun pasti aja. Biar nanti nggak cepet burn out gitu deh!

Soal burn out ini, ada cerita sih pas bikin-bikin avatar dan header. Aku yang pakai Adobe Illustrator (AI) buat desain-desain, ini rada bermasalah filenya. Jadi setelah disimpan, dibuka lagi file .ai nya muncul tulisan 'could partially open the file' dan isi artboard kosongan putih. Pas dibuka dengan Acrobat Reader bisa ketahuan artboard dan ilustrasi lengkapnya. Bisa disave/dilihat dalam bentuk pdf tapi gak bisa di edit. Gara-gara itu mood jadi down banget, karena mau edit-edit bikin avatar lagi udah males dan capek ngulang dari awal.

Habis utak-atik html template baru, widget-widgetnya, bikin about me baru, bener-bener udah enek!

Sampai akhirnya kemudian paginya coba main-main ke pantai bareng saudara. Setelah capek main dan masak-masak, akhirnya sore hari baru kekumpul mood buat buka laptop lagi mecahin masalahnya. Searching-searching, akhirnya pake metode dibuka dengan aplikasi Affinity Designer (AD).

Dibuka, jeng jeng, hamdallah dong, bisa kebaca dan lengkap ilustrasinya! Sebenarnya bia edit di AD, tapi karena bingung sama tampilannya, tetep diedit di aplikasi AD dengan diexport jadi file .eps. 

Hufttt.. Untung banget ini bukan masalah kerjaan yang kelarnya dikejar deadline

Pokoknya masa pandemi gini, pinter-pinternya kita jaga kewarasan diri deh ya! Belajar banget soal keseimbangan dan soal mensyukuri apa yang ada dan memulai apapun dengan yang dimiliki saat ini. Aku ga nyangka loh bisa bangkit buat nulis lagi, setelah sekian lama ini merasa kepentok.

Feeling blessed, gratitude, focus on the present, focus on what we can do and what we can excel at

Keep healthy all! See ya

Personal Development

Reflection, Being a Ultimate Homebody and Travelling Online by Google Earth, How Fun!

Juli 28, 2020

Hello world, long time no see

How's everybody doing? Can't believe we came further until this half 2020 and already saw much shit but we keep thriving right. Keeping the insanity alive everyday fellas!

Let me tell you something first about my blog here. This is my own personal space where I can do full rant mode but in public eyes, so I do it in a comfortable writing way. Honestly, I'm that person who cares about what people say, but after I did some thinking, that kinda mindset (too aware of what the other reacts) always keeping me from expressing my self. For years it kept me hold back too much and that's not the best way of me to grow. Yeah ENGLISH MODE here, if you being uncomfortable that's on you, not my problem. Also, I don't want any family members know about my random rant (English is my only weapon). Heheheyyy here for the fun babe!

So yeah, I graduated from my college last October 2019 after 7 years. 7 years yeah you're not read the wrong alphabet! And no, I'm not embarrassed by that. I gotta acknowledge, that's already become my history. It's already happened anyway and I can separate that side from what I became today. So many lessons learned in those 7 years. How I discovered my dark side, how I pull my self, how to keep moving and build positivity even it's so hard every time you wake up and you likely prefer being eaten by the earth so you could completely be missing, and nobody noticed. But that's not how life works absolutely... Those years really completely insane. Cause look who survives here? Right.. we deserve a big pat on our back and a big hug, and a hundred proud applause. We did it.

Also, I discovered a little knowledge of the spiritual realm. I'm gaining so much strength, to grow and trusting my self more. It helps me a lot to see the world in a new glass. Cliche, but you know, everything happened for a reason right.

Just wanna let you know too, that my earlier post (here: Rewarding My College Life) where I randomly made a wish, but unfortunately that wish didn't happen. Or honestly, I really didn't gave much attention to the others on that big day. Too much chaotic stuff was going on my head. I had to go to a new city next week for a job, while my thesis final revision was (and until now) unfinished, how I almost got kicked out from college, also I worried about my appearance because I did my own makeup in my big day (and I look bomb in the photo tho!), etc.

Basically, that's my life. Roller coaster ride right there. Wanna come in haha it's fun I promise

While now we're in the middle of a pandemic - where the end is nowhere to be seen, while everybody's suddenly forced being homebody, and here I'm becoming the ultimate most homebody than homebody-person I've ever was. Let me tell you a story. Theses day, my mom even sicked of seeing me did the most basic safe option the government gave -staying at home: cooked my own food, entertain my self, educating my self online, sleep peacefully on my own bed. She sick saw me all the time, in-home doing my own business. Then guess what... she gave me money the other day to went out meeting outside world, buying something, meeting some strangers. She really worried about my insanity and bribed me to go outside. HAHA, THIS IS SO AMUSING! 

DO I REALLY LOOK A SADNESS LOL yeah i'm a sad adult without fixed job


found my personal Island recently

Anyway.. this time I got a really fun activity at home. But it needs a good connection, cause I was going deep down doing a full jump on Google Earth on PC. I just need some drink, then we good, I can surfing some most secret faraway part on the Earth. Zoom in zoom out, click to check the photo on that place. Then if things get interesting, I browse the place on another web, saving for future reference. For real tho, after some time hanging on that app, the Earth is honestly so vast VAST!

The first time I jump on that app, it was because of a Bing wallpaper that made me curious. It is an aerial picture from Langeeban Lagoon in South Africa. Wow never knew such a magical beautiful landscape like this existed in Africa.

initially, it all started when I saw this picture as wallpaper, but in HD

then we went full on here
damnnnn

Then curiosity took the lead! And for this week I traveled to Oceania because it's the nearest area from Indonesia, yet really unpopular -I think, in my case. It has so many little islands and islet, wide ocean, and it's relatively near to Antarctica.


Oceania, consist of  Australasia, Melanesia, Micronesia and Polynesia


I already saved many interesting spots in My Places list. Next time I'll do Africa, cause since I was a child that place really interests me so much. Also, I saved many interesting photos with real locations attached, in case, I need a picture for drawing reference in the future while imagining going there at the same time. Why? Why not!

Like playing a game, this traveling simulation made me disconnected from humans and reality for a while. And it'll be really a great miracle if these places can be visited for real. Real talk now, for me... If somebody gave me a ride, yes I wanna go there. But realistically, is there any chance unless based on strong motives like funded-research, travel-journalism, or you just happened to be a millionaire wanna throw some money answering curiosity??? Who knows hahaha

so many interesting places to see before I die


Also, I found some interesting photos. Like this one analog photo (?) uploaded in 2018, which I can describe it at best as One of Top 10 Interesting Pictures of My Life.  LOL. There's something drawing me to look at this picture for a long time. I can feel the vibe of the blueish sky, windy evening, the dancing palm, the sunshine, shining sand, the sound of the wave surrounding this small island, and there inside the small window -in an alternate universe- I sat there. Haha just vibing to a picture you name it.

source: dondon k on Google Earth

That picture was taken in Sue Island, Australia. And before I visited this spot, I unnoticed how Australia's position/geography referring from Indonesia's point. Now I'm fully aware that Australia is really that close CLOSE to Papua New Guinea than to Indonesia. Australia is extended from Papua in the past and it has no volcano mountain. I don't know this stuff before but now I know haha. Thanks, Google, I can educate my self before it's too late.

Okaaaaay, that's it for now. I tired easily now even after writing this, I gotta stop. LOL. Honestly, I started writing this while high in caffeine, then after for a while when I sat to write I feel tired. Anybody feel the same, feeling after-effect the tiredness of consuming coffee? It's happened to me occasionally on this quarter's age.

Well so until next time, keep healthy keep happy everyone! Ciao

#random life log series

Please, Bear and Hold it Little Bit - to My Precious Self

Juni 24, 2019



Hey everyone, who's gonna read my random writing here?

It's so random cause this sentimental feeling strike again after I socialized with my college friend these days after we gathered together for one of friend wedding. It's so damn hard to describe my feeling right now. I'm feeling so scared, I'm confused and feeling totally unconfident. Masking my face with a fake big smile even it's so hollow. It's so tiring, but I shouldn't have to quit. For the first time in my life, I thought feeling so burden here. The pressure and the expectation from family, oh God... it's so damn freaking hard. I cried my self every middle of the night and even at random time. You know, this is the first time, I'm starting to really hate my self. I hate seeing my self in this continuous pitiful state.

And I really... really... really hate when even my self underestimates my own self!

Even such a positive saying to lift up by colleagues and friends has no impact. "You can do it" "Semangat" is such a bullshit crap I've had enough consuming. But no, it doesn't mean I give up. I won't give up for my precious self. I still have a dream to go to Africa or having my own brand design, or having a moment in my life for driving alone on my own while listening to my favorite music in the evening. I wanna have my own garden, I wanna live near a coastal area with palm surrounding. Life is just once and I don't want to jump into this sucking deep dark hole. My mind, my body, my soul, my potential, need their rights. I know it's so hard. But when all the bad thoughts flooding my mind, I tried for a hundred times keep repelled my own mantra:
"Even it's so hard, it won't change unless you start to make a move"
I keep replaying this saying every time the negative energy try to beat me inside as in the past days. In the old days, I often cried myself till I get tired then falling asleep. But it's so exhausting and drained my soul so much. I tried to write a plan to get up even it's a baby step but at least I tried.

And now, watching your surrounding getting married, having kids, finding love, having their dream job, earning money, chasing post graduate. While I'm here still stuck with college in my 24 and I NEVER EXPECTED THIS PHASE IN MY LIFE!!

They said, don't compare ourselves with the other. Okay, I stop comparing my self to them. But then my non-main family, kinda extended big family is! I respond to them with my 'bodo amat' respond. How about asking my condition and cheer me up with some tasty food, I don't need that pity gaze man. They don't know how much I work upon my study or even strength my mental for not comparing my own self to the others. I hate it so much that even so many not closed person would ask me with the curiosity wether is about my dark love life. My love life is blurring man.

It's so hard to stay positive when everything seems so hard and impossible, and you feel all alone because you scared to ask help from the others :(

but one day, I felt little moved because what the barista saying on my cappuccino cup :') even it's just an ordinary service act, but I appreciate it :)

Oh damn, maybe instead I rant with more unnecessary things, I should work on my confidence, skill, and all. Everything's need to get fixed and finished. Slowly but surely take a step every day.

And I miss cuddling my kitties so much :'(


#kesehatan

Gigi Berlubang dan Eksim: Puncak Gunung Es dari Tubuh Yang Minta Tolong

Oktober 19, 2018


I only live once and I want to live happily, with something I truly care, enjoy and worth to pursue. I want to live with my optimum state with my optimum productivity!


Halo!

Jadi aku udah bolak balik ke dokter gigi beberapa bulan terakhir ini. Abis bolak-balik ke dokter spesialis kulit di rumah sakit lokal, sekarang ke dokter gigi haha nasib! Jadi nih aku cerita aja karena ini bisa jadi banyak anak muda jaman sekarang yang punya masalah sama. Soal gigi, eksim dan nutrisi tubuh, tapi intinya nanti: mempelajari symptom, kemudian mengubah pola hidup.

Turn my mess into a message, right? yoiiiiii

Disclaimer: tulisan berikut merupakan pengalaman pribadi dan hasil bacaan-bacaan penulis, jangan jadi kan tulisan berikut sebagai putusan medis, karena background penulis sendiri bukan berasal dari bidang kesehatan, penulis hanya seseorang yang menyukai biologi dan memiliki rasa penasaran yang tinggi

Jadi tahun ini, tahun 2018, jadi waktu yang banyak aku habiskan buat merawat diri dari fondasinya: kesehatan. Dan karena gawat, aku bener bener bolak-balik dari faskes 1 (puskesmas), rumah sakit lokal, rumah sakit daerah, rumah sakit di kota sebelah, kantor BPJS yang jauh di pusat kota. Intens pokoknya, walaupun jauh dan sendirian bolak balik kesana kemari, minum obat mulu.

Capek sih capek.. tapi gak aku pikirin capeknya, aku pikirin jangka panjangnya. Aku bisa sampe di titik ini ya setelah banyak baca literatur di internet, banyak liat video kesehatan-nutrisi, banyak mikir, banyak merhatiin symptom-symptom tubuh yang udah mulai ga normal. Panjang pokoknya sampe aku punya tekat buat nulis cerita pengalaman aku sendiri soal topik kesehatan. Mumpung ini belum kronis, masih muda, mumpung masih kuat mikir, masih kuat kesana kemari sendiri.



Untuk jangka panjang, kok bisa?

Karena ini buat aku ke depan haha ya iyalah... Tapi kenapa mulai semuda ini? Ya mungkin umur aku masih muda, 23 tahun, tapi apa salahnya ikhtiar? Bagi aku bukan hal sia-sia buat ngerawat diri, karena bagi aku itu seperti bentuk syukur diberi titipan tubuh sehat. Terdengar klise ya haha?

Tapi percaya deh, ketika kita denger (aku pribadi) cerita-cerita soal orang-orang sakit komplikasi macem-macem, orang meninggal gara-gara penyakit kecil tapi jadi parah karena minimnya informasi -padahal bisa dicegah-, atau orang-orang yang sebegitu putus asa yang nyari pengobatan kesana kemari, banyak anak yang masih muda tapi kena diabetes hipertensi ginjal dan berbacam macam sebagainya, atau cerita mereka yang kehilangan anaknya/anggota keluarganya gara-gara salah gaya hidup, kita bakal waswas sendiri. Banyak kasus kaya gini, cuman ga bakal viral.

Apasih yang menarik dari menjaga kesehatan, kecuali kalau kita sendiri yang kena penyakitnya? Apa kalau udah kronis dulu, baru kita peduli? Ya emang lawas dan klise, sehat bakal terasa mahal kalo kita sakit. Dan ini aku alamin sendiri dan bisa dicegah, sebelum nikmat satu ini terlanjur hilang.

“Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang yang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang sakit.” Nabi Dawud as


Jadi parno gitu ceritanya?
I don't know. But the purpose of all of this, prevention doesn't cost something (or at least minimize the cost). To fix something cost more money (and also time)!
Jadi bukan parno juga sih. Gimana ya, mencegah lebih baik dari mengobati. Aku juga eman-eman rupiahku. Cari uang itu susah, dan aku tahu prioritas. Kalo ga eman-eman, uang sebagai alat pembuka banyak kesempatan, kalo ga aku prioritaskan untuk sesuatu yang bener-bener mendesak... well no!

Aku ga pengin ngehambur-hamburin duit buat sesuatu yang sebenernya bisa dicegah di awal. Otak-otak pelit kaya gini ya jadinya.. haha biarinlah, kesehatan kita sendiri kan kita yang nikmatin, jadi produktif dan bermanfaat tanpa gangguan kronis sampe nanti umur senja kan juga lebih nikmat.

Aku juga tipe yang malas banget minum obat karena kalo berkepanjangan juga ga bagus, aku lebih percaya prinsip you are what you eat. Makanan bisa jadi penyakit atau bisa jadi nyembuhin. Aku sering bingung ngeliat orang-orang dulu yang makan seadanya, minim makanan tapi lebih sehat, dibandingkan dengan orang sekarang yang masih muda udah kena serangan jantung, hipertensi, gula, dsb. Gatau aja ada yang janggal dengan semua ini.. Ada apa sih sebenernya?


Gambar perbandingan kondisi gigi ketika ada perbedaan asupan nutrisi
(Sumber: Cure Tooth Decay by Ramiel Nagel, 2011)

Jadi ya itu alasannya dan berpikir ini semacam investasi jangka panjang. Tahap awalnya, ngurusin BPJS dulu di kantornya di pusat kabupaten, jauh-jauh aku jabanin sendirian. Karena udah mau lulus kuliah, aku urus jadi BPJS mandiri (dari yang tadinya ikutan ASKES), ambil kelas 3.

Kenapa kelas 3, yang paling murah? Aku belum kerja, dan karena pas masih punya jaminan ASKES, kartunya ga aku gunain sebanding ama tunjangan yang dipotong, jadi ambil yang murah aja (semacam biar sebanding), dan berdoanya juga ga bakal masuk rawat inap.

“Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang baik dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Jadi gimana detailnya, kok bisa seobsesif ini?

Jadi aku kasih gambaran soal tubuhku dulu. Tinggi badanku 158 cm, BB konsisten di 45-46 kg-an lah, dengan tipe tubuh berat di bawah dan konsisten cenderung kurus mulu, ga pernah gendut (terakhir gendut balita, dan abis kena flek langsung susut tubuhnya!).

Metabolisme cepat? Aku belum tahu banyak tentang konsep ini. Underweight? Barusan aku check emang kurus (BMI 18.03). Aku takut ini ternyata beneran kurus gara-gara ga keurus, penyakitan. Haha.. Miris. Mikirnya sebelumnya, karena gen di keluarga aku sendiri ga ada kecenderungan buat gendut. Skinny family!

Tapi ya itu, abis aku sendirian frustasi ngurusin eksim yang ga kunjung baikan selama 2/3 tahun ini sampe sekarang belum sembuh, aku jadi balikan lagi ama diary, dan (dengan ngadopsi sistem bullet journal) aku sering evaluasi diri. Yang biasanya 3-6 bulan sekali nulis, sekarang tiap hari diusahain nulis. Aku jadi lebih awas buat merhatiin symptom-symptom tubuh yang ga normal. Hasilnya? hohoho.. pastinya musti putar balik, sebelum kebablasan lebih jauh!

Sebelum sampe bolak-balik ke dokter gigi, aku mau cerita dulu soal bolak balikku selama hampir 2 bulan si spesialis kulit, buat ngobatin eksimku.

Jadi aku awalnya ini stress parah gara-gara ngobatin eksim, bolak-balik pengobatan, keluar duit banyak, malah balik gatel-gatel lagi. Aku putusin buat ngelakuin research sendiri. Mempelajari penyebab eksim jenis atopic dermatitis ini dari jurnal ilmiah, web-web kesehatan yang berisi penjelasan spesialis dari dalam maupun dari luar negeri, dan ternyata penyebab utamanya belum ditemuin.

Itu makanya pengobatannya yang ada sekarang buat menuntaskan ke sumbernya eksim itu belum ditemukan, karena sumber penyebabnya aja belum jelas. Kalaupun obat dari dokter itu meredakan symptom dari eksim sendiri (meredakan gatal-gatal, melembabkan kulit, ngilangin infeksi, menekan kerja sistem imun, atau -aku pernah cari obatnya di google- suspect keberadaan jamur di usus).

Ya, sejauh itu ternyata rusaknya tubuhku. Eksimku sendiri meruparakan tipe yang muncul di usia 20an, tanpa riwayat alergi apapun waktu kecil. Bentuknya neurodermatitis sampe terjadi lichenification (penebalan) di kaki, dan gatal juga di lutut. Kalo kalian pengen tahu bentuknya semacam <trigger warning> ini <trigger warning>.

Eksim intinya kondisi kelainan kulit menjadi kemerahan, gatal, dan kering. Baca-baca jauh soal eksim ini juga gara-gara sistem imunnya over reaction, dan kemudian bikin kita jadi alergi ke makanan yang sebelumnya enggak alergi. Kalau aku lihat banyak baca dan liat video di internet, emang ini penyakit bisanya di counter attack ama makanan bersifat alkaline yang bener-bener ketat dan diimbangi dengan pola hidup yang sehat. Walau tiap orang kasusnya beda-beda tergantung parahnya, kuncinya disitu, di makanan, di nutrisi.

Dan itu ga bisa cepet, instant, karena eksim itu gejala inflamasi di kulit yang penyebabnya lebih dalam lagi di tubuh. Disebabkan gabungan faktor kompleks mulai dari nutrisi buruk + pola hidup ga sehat + genetik + psikologis. Bukan karena jamur atau kurang menjaga kebersihan.


Runutan kondisi eksim bekerja. Sumber: Review Buku Eczema-Free For Life by Adnan Nasir, M.D., and Priscilla Burgess

'Whats tracked get managed'

Satu kutipan andalan yang aku temui di quora, yang jadi motivasi buat seketat ini mengatur hidup yang amburadul (journaling dan lebih awas) dimulai dari eksim itu tadi. Aku jadi mikir ini penyakit, sebenernya cuma gunung es dari sistem yang lebih esensial dibaliknya. Aku juga mulai menelusuri satu persatu penyakit dari jaman dulu SD, kuliah, sampai sekarang. Dan kalau tekat sudah bulat, dan sudah paham tujuan akhirnya, tak ada kata pantang menyerah. Latar belakang adalah koentji! yoiiiii..

Sistem tracking good habits dan pola tidur dengan sistem bullet journaling yang aku buat dan aku jalanin selama 2 bulan ini (untuk lihat lebih banyak spread lainnya di IG @monjournal.bysab

Aku catat itu semuanya hal yang gak normal yang terjadi ama tubuh aku dan... wow, banyak kali error-nya ini tubuh! Banyak banget, entah dari SMA/SMP sampe masa kuliah, yang perlu di list lagi buat jadi postingan baru!

Ditambah waktu itu, waktu kuliah, era-era 'kerja keras bagai kuda' demi sebuah profesionalitas, mengejar passion, mengejar produktivitas, mengejar nilai, tapi abai sama satu-satunya alat yang bisa aku andalin: tubuh sehat sempurna! Haha bodoh emang.

Jadi aku kena flek (pas SD), tipes udah 2 kali (SMP dan kuliah), demam berdarah (SMP), scabbies (ketularan adekku yang balik dari pondok, pas waktu SMA). Terus jaman kuliah juga tambah banyak errornya, walaupun ga kronis, aku catat baik-baik untuk tetap jadi perhatian:
  • sakit gigi sampe gusi bengkak dan gigi berlubang
  • suka tiba-tiba pilek tanpa sebab jelas (bersin-bersin, keluar cairan bening, suka panas di daerah antara mata atas hidung, dari SMA sampe kuliah, ketik pagi abis bangun tidur dan terkadang random waktunya padahal ga ada alergi apa-apa, diperiksa juga penyebanya ga jelas, cuma dikasi obat cetirizin ama dokter penyakit dalam)
  • suka ngantuk ga jelas (ini ga kronis tapi ganggu)
  • gatal-gatal merah di lipatan dalam siku atau lutut (muncul banyak terutama saat stress, ini sebelum kena eksim di kaki)
  • eksim kering di kaki (2/3 tahun ini kena, aku obatin di tahun ini, tapi sebulan lebih aku obatin ke spesialis balik lagi, mahal coy ngobatin eksim walau pake BPJS, obat non-generiknya mahal!)
  • disentri parah (kuliah tahun akhir)
  • menstruasi gak teratur (sering dari SMA)
  • postur tubuh ga bagus (cenderung forward-headed campuran kyphosis, dari SMP tapi aku acuhin karena apalah jaman itu pokoknya ga banyak mikir jauh soal ini, karena aku ngira ini genetis dari keluarga bapak)
  • gigi maju (overbite atau protrusion, apapun itu, ini bikin gue inget pas SD diejek temen makanya jadi masih keinget, dan dikonfirmasi ama dokter gigi 2 tahun yang lalu, dan aku juga ga banyak mikir gara-gara mungkin alasan genetis juga)
  • suka sendawa berlebih abis makan-makanan tertentu (1-2 menit ga berenti-berenti dan bikin dada sesek pas jaman kuliah)
  • capek abis bangun tidur
  • suka diare pas pagi hari abis bangun tidur (ini masa-masa kuliah)
  • muncul banyak jerawat di dahi dan punggung walaupun sebelumnya ga pernah, suka ilang suka muncul ga jelas
  • attention span dan fokusku amburadul (ini mungkin kurang meditasi)

Ya ya ya.. kayaknya aku hidup seburuk itu haha. Ini apa gara-gara memang malnutrisi, metabolisme ku error, penyerapan ku tidak bagus, atau bagaimana aku ga berani diagnosis. Tapi aku coba mulai menata kesehatan, dari makan teratur pake meal plan, dengan makanan yang bener dan tepat sasaran juga diimbangi tidur teratur ama workout, dan banyakin kena matahari.

Dulu SMP SMA aku juga banyak gerak, naik sepeda, taekwondo, pramuka, dll. Tapi semenjak kuliah, emang isinya full abuse kalo gunain tubuh: begadang, makannya mi roti nasi segala yang instan, ga banyak sayur atau makanan alami lainnya, jarang olahraga, ngendon mulu nugas depan laptop di kosan yg jarang kena matahari.

Dan langkah berikutnya, itu semua bikin aku cepet-cepet ke dokter gigi!! Karena ini satu-satunya organ tubuh yang ga bisa regenerasi (sepengetahuanku saat itu), paling urgent, emergency! 2018 aku paksain buat ke dokter gigi (lagi) yang ada di RS swasta lokal walau gak ada keluhan sakit gigi apapun, tapi aku tahu kalau gigiku berlubang parah. Udah ga mikir lagi semahal apapun itu, segalak apapun dokternya, secapek apa aku bakal bolak-balik ngurusin gigi, lebih cepat lebih baik ditangani. Aku akuin emang pengalaman ke dokter gigiku emang ga pernah menyenangkan. Selalu bete kalo abis dari dokter gigi. Tapi di titik ini aku udah acuh.

How they gonna treat their patient, are not gonna hurt me anymore, I'm already tired! Mereka marah-marah tapi ga ngasi solusi keseluruhan.. so what's I'm gonna expect?

Dan konsultasi pertama di tahun 2018, keluarlah pertanyan buat pasien yang dengan kondisi gigi parah baru dateng ke dokter gigi setelah symptom disana sini: kenapa baru sekarang ke dokter gigi???!!

Yakali.. dalem hati we udah meledak seketika itu denger pertanyaan. Udah stress mikirin skripsi tetek bengek, 20 life-krysis pressure semacamnya, aktivitas kuliah 4 tahun belakangan yang padet ga ketulungan, wawasan soal makanan dan nutrisi yang minim, tidur ga teratur, lingkungan yang poor awareness akan himbauan kontrol gigi, dan ga semua orang tua punya pemahaman buat nyuruh anaknya 6 bulan sekali harus kontrol ke gigi.

Banyak banget kalo mau nyebutin alesannya, please! Capek. Dari mulai 3 tahun yang lalu juga udah ke dokter gigi, tapi keburu KKN ke Jepara, skripsi menerjang, tahu-tahu satu gigi dicabut, udah bye! Nakal emang, bodoh pula.

Malu dan bakal banyak energi yang keluar kalau mau jawab. Ya akhirnya terima ajalah di marahin dokternya. Yang penting segera dapet tindakan. Haha kalaupun mau jujur dijawab.. Utamanya sih karena saat itu nganggep kontrol gigi itu ga terlalu penting, saat itu. Atau lupa malahan apa itu kontrol gigi. Ya pangkalnya karena bodoh, minim informasi.


Hfft, sebel sendiri we kalo bodoh :<

Sebelum 2018 nyambangin dokter gigi di RS swasta lokal ini (yang paling deket ama rumah), 2016/2017 aku pernah ke RSUD milik daerah, yang jauh ke pusat kota, gara-gara rujukan ASKES dari puskesmas. Waktu itu sebelum KKN, aku ngecek gigi diwaktu aku lagi gak sakit gigi juga. Diputusin tindakan ama dokternya, kalo gigiku harus dicabut, aku tanya macem-macem soal gigi karena aku khawatir banget... karena itu gigi ya Allah mau diilangin, ga bakal tumbuh lagi (dan jatohnya keliatan bodoh, ya karena we emang bodoh dalam hal beginian, tapi we mikir sebagai pasien berhak nanya-nanya sebelum dilakukan prosedur, bukannya begitu? emosi wa)

Tapi abis itu malah digalakin dokter giginya dan jawabannya itu ga berhasil meyakinkan aku. Aku minta jeda beberapa menit buat ambil keputusan nyetujuin prosedur itu, tapi aku nangis! Itu akhir 2016 yang lalu, di ruang tunggu poli gigi RSUD. Aku ga siap. Aku banyak mikir, ya Allah gimana kalo dicabut sarafku kena, gimana kalo bengkak, gimana makannya, senyumku ompong.. aku ga siap banget pokoknya waktu itu. Karena jawabannya dokternya waktu itu cuma, kalau dibiarin gigi busuk bisa bikin bahaya tubuh.

Dan tau akhirnya? Aku pulang, ga berani dicabut, lanjut nangis di perjalanan pulang. Huhu ga pernah ke dokter gigi, sekalinya dateng harus dicabut! Itu aku ke dokter selama ini selalu sendirian, ga ada yang tahu aku nangis kecuali staff poli gigi tadi dan Tuhan Yang Maha Kuasa :(((( Sedih pokoknya kehilangan organ tubuh satu ini secara tiba-tiba.

Tapi setelah 1/2 bulan, aku mantapin diri, abis kelar sidang proposal. Ya gapapa, gigiku rela dicabut. Karena aku percaya dokter lebih tahu kondisi seperti itu, tindakan yang diperlukan gimana. Gila sakit banget men kalo dibiarin membusuk, sampai bengkak gusinya. Ga bisa ngapa-ngapain. Belum lagi kalo bakteri-bakteri yang membahayakan kalau sampai ngenain organ vital kita lainnya, hasil dari infeksi gigi kita. Sampai kemarin aku main twitter nemu twit yang agak bikin was was juga:


Gigi geraham satu di sisi kanan atas dicabut satu di tahun 2017an, tapi ga lanjut kontrol ke tahapan selanjutnya, keburu revisi skripsi, ambil data lapangan. Dan sekarang di 2018, ada gigi 2 geraham lainnya di sisi kiri atas bawah perlu dicabut kata dokter gigi RS swasta lokal ini. Separah itu kondisi gigi aku emang!

Kalo kata dokternya, ini karena rahangku kecil gigi yang lain ngedesak bikin ancur gerahamnya. Dan solusinya nanti pake gigi palsu lepasan. Tapi aku masih mikir-mikir.. ga ada cara lain nih?

Ini baru gigi! Abis itu aku mikir ya Allah ini baru satu gigi diangkat, gimana kalo ginjal aku? Aku jadi mikir, kenapa bisa sih dalam 4 tahun belakangan ini kondisi gigi aku separah ini? Apa aku gak seaware itu ama kebersihan? Gak juga deh.. kayaknya semasa SMA ama waktu kuliah sama aja.

Tapi oh tapi, itu semua bikin aku berangkat ngelakuin research sendiri. Apa karena gara-gara makanan? Ini yang aku curigain. Gaya hidup? Psikologis, stress? Kurang ibadah? Azab? HAHAHA... AKU GA TAU!!!

Penyebab tooth decay, alias gigi berlubang?? Well, ini bisa jadi topik tersendiri, bahasannya menarik karena penyebabnya lagi-lagi, nutrisi! Aku sempet baca tulisan review buku 'Cure Tooth Decay'-nya Ramiel Nagel, oleh Vika Budi Riandini (part 1, part 2, part 3, part 4). Baca sekilas tentang itu bikin aku banyak baca lagi. Bisa baca juga kalau di bahasa Inggris soal review buku soal Reversing Tooth Decay disini, juga disini, atau dietnya disini). Dan ya... masalah gigiku itu cuma puncak dari masalah sebenernya. Gara-gara nutrisi! Gara-gara makanan!

Jadi bukan masalah kebersihan, atau kuman, ataupun kata dokter gigiku karena kedesak gigi-gigi disampingnya, yang menyebabkan gigi berlubang. Tooth decay itu awalnya dikarenakan nutrisi tubuh yang gak terpenuhi. Sebenernya gigi berlubang kalau masih tahap awal bisa dikembaliin dengan remineralisasi melalui diet / makan makanan dengan kandungan mineral dan vitamin yang tepat. Salah satu pantangannya yakni buat enggak makan makanan refined carb macam gula, tepung, nasi putih, karena emang ga ada manfaatnya buat tubuh. Kemarin juga baca tweetnya satu dokter di twitter soal gigi, dan bikin waswas juga kalau kedepan jadi calon ibu.


Kakakku punya masalah yang sama. Gigi do'i lepas sendiri waktu pengabdian di Sumatera buat akhir sekolah di Gontor. Kita jadi bicara soal gaya hidup dan pola makan kita berdua yang bener-bener buruklah di usia kita di 20-an. Ga dapet nutrisi cukup juga pola tidur ga teratur. Dan kemudian telat nambal jadi alasan berikutnya. Ya itu karena minim pengetahuan yang berujung ke minim kesadaran.

Karena kondisi gigiku uda segitu parahnya, udah bukan cavity yang biasa, tapi udah parah sampe pulpanya, ya.. begitulah nasi udah jadi bubur. Menjaga dan memperbaiki apa yang tersisa, dengan mencoba makan makanan yang tepat.

Jadi aku masih kontrol jalan dengan dokter gigi, gatau sampe kapan. Jadi cabut atau enggak.. Jadi pake gigi palsu lepasan apa enggak jadinya. Tapi aku coba minimalisir kuman-kuman dulu, selain dengan gak makan refined carb, juga dengan nerapin routine care sendiri selain sikat gigi sebelum tidur: kumur pake air garam anget abis makan juga sebelum tidur. Cara ini ampuh, pernah aku pribadi cobain pas kelupaan ga bawa sikat gigi pas berhari-hari ke luar kota. Sama bersihnya, karena air garam, remedy tradisional yang emang kegunaanya bisa buat bunuh kuman.

---------------------------------------------------------------------------

Begitulah, ini baru tentang gigiku dan sedikit eksimku. Gigi cuman satu hal, hal-hal lain selain gigi dan juga eksim, daftar penyakit-penyakit sebagai gejala gunung es, perlu diperbaiki dari sumbernya. Karena tubuh itu satu kesatuan.

Aku mulai perbaiki imunitas tubuhku yang aku curigai amburadul (hasil dari baca tentang eksim, gejala alergi, dan dicurigai juga ama dokter gigiku karena dikasi antibiotik ga mempan). Merhatiin dari apa yang dimakan (ini kalau bahas makanan bakal panjang lagi, soalnya nanti jelasin kesalahan apa yang aku makan juga kondisi eksimku bikin banyak pantangan), terus tidur teratur, aktivitas siang yang kudu banyak kena matahari, rutin olahraga, ga boleh begadang.

Benerin sistem pencernaan juga yang penting, karena imunitas asalnya dari pencernaan yang sehat. Banyaklah pokoknya, sambil belajar nutrisi dan biologi juga, yang sekarang banyak simpang siur dan chaos abis karena apa yang dibilang 'modern-lifestyle' belum tentu baik.

sumber

Lain-lain: Manajemen Stress

"Mbaknya kasihan" kata dokter gigi abis cerita soal skripsi dan eksim, kemudian ditutup ama "Jangan stress stress ya mbak, nanti ngaruh ke imunitas!" setelah kelar tindakan ama konsultasi
"Mbaknya stress gara-gara kondisi mbak sedang bikin skripsi, jadi gatel!" kata dokter puskesmas yang ngerujuk buat ke spesialis kulit
"Stress dapat menjadi faktor memicu eksim semakin parah" baca di berbagai literatur soal eksim, walau penyebab utamanya belum diketemukan secara pasti

GILA GA SIH.... INI AKU MAKIN STRESS AJA!!!!

Ya bingung aja.. semuanya aja, bilang jangan stress.. HAHAHA Solusinya manaaaaa?

Haha.. Aku cari sendiri saja, untuk memuaskan keingintahuanku karena dokter-dokter hanya meresepkan obat saja. Mau tanya-tanya banyak juga pertanyaanya bodoh dan dikira sok tau, tapi aku bener bener pengen tahu, tapi ntar dimarah-marahin, capek ati, ataupun kalau diberi penjelasan ga ngena :( - ini btw, aku lebay ga sih mikir kaya gini?

Karena aku pengen lebih sehat, dan lebih tahu diriku dibanding siapapun, gimana jungkir balik aktivitasku 24 jam sehari, aku mulai coba jujur dengan diri sendiri. Lalu ikhtiar buat lebih ngehargain diri sendiri dengan nerapin kebiasan-kebiasaan baik dan makanan yang tepat (tentang makanan ini juga bakal jadi bahasan panjang kalo dikupas).

Niatnya juga aku lurusin dan sejajarkan dengan prinsip-prinsip agama aku (Islam), karena wow.. banyak ajaran-ajaran Islam yang emang ngasih yang terbaik buat tubuh kita. Mulai dari kesehatan badan dan juga kesehatan rohani yang keduanya sama sama penting.

Aku jadi banyak baca soal nutrisi buat ngebenerin tubuh, banyak baca biologi tentang gimana tubuh bekerja, banyak masak makanan sendiri yang kebanyakan berupa sayuran (yang ga banyak diproses), ngelakuin diet eliminasi, dsb yang banyak banget PR-nya termasuk manajemen stress ini, dan itu semua pekerjaan yang perlu konsistensi. Pengen konsultasi juga ke nutrisionis buat tanya-tanya lebih lanjut kalau misal ini ada kaitannya ama micronutrient malnutrition. 

Capek emang, tinggal mindset kita aja, niat kita kemana, pikiran jangka panjang kita sampai mana.

YOU ARE WHAT YOU EAT

Aku yakin banyak anak-anak muda yang punya masalah sama tapi symptomnya berbeda. Bisa jadi di orang lain itu gejalanya gampang pusing, suka migrain, gampang capek, obesitas, gatel-gatel ga jelas, jerawatan, pegel-pegel, apapun itu symptom tubuhnya, coba deh itu dirunut. Karena itu bisa jadi tubuh kita sedang ngasih kode minta tolong ke kita, dan kemungkinan itu semua ada peran nutrisi dibaliknya, alias apa yang kita makan sehari-hari.

Dan aku juga sempat baca soal peran microbiome, atau kondisi gut flora di usus yang ngaruh ke eksim ama imunitas dan kesehatan secara umum, tapi belum sampai baca mendalam. Tapi emang udah banyak literatur soal probiotik dan makanan minuman fermentasi emang bagus buat tubuh karena keberadaan bakteri bagus tadi.

Intinya... Itu tubuh kita sendiri yang berhak buat sehat. Kalau aku sendiri, kesehatan jangan jadiin goal utama, itu udah udah jadi kewajiban, ga bisa dinego. Karena gambaran besarnya, tubuh sehat itu jadi tool, jadi alat kita buat kita meraih tujuan-tujuan besar lainnya, mendukung kita berkarya lebih banyak, lebih produktif, lebih nikmat buat ngejalanin hidup, buat ibadah.

Gak ada yang bakal sayang diri kita sendiri selain kita sendiri. Hargai tubuh mulai dengan banyak baca, tambah banyak wawasan, banyak nanya, lalu beri hak-hak tubuh dengan makanan yang bener-bener tepat dibutuhin tubuh, dan istirahat yang cukup.

"To fix something cost money, but to prevent something doesn't cost money (or at least minimize)" Dr Mike Mew

Kalau mikir 'ngapain susah-susah mikirin kesehatan kalau akhirnya mati? life to the fullest! '

Fine.. Like what I see in smoker, I see you can't treat your own body with enough respect even to keep it healthy. It's your choice, it's your risk! 

Belum sampe tuh ke titik yang dimana di tengah perjalanan kita menggapai impian, terus tiba tiba dikasih sakit, gak bisa ngapa ngapain, end.. nyesel di akhir, liat bakal seputus asa apa nanti kalo ga bisa puter balik

Liat bagaimana orang-orang terdekat, yang lebih tua, coba observasi atau ngobrol ama orang sakit, atau orang-orang yang ditinggalkan ama mereka yang sakit kronis.

Penyakit itu ga dateng tiba tiba kok. Dia itu serangkaian kondisi ketidaknormalan tubuh karena putusan kehidupan yang kita ambil. Secara sadar dan juga sayangnya kebanyakan tidak, karena pangkalnya ketidaktahuan. Jadi perangi ketidaktahuan mulai dari awal, jangan ambil resiko buat acuh terlalu jauh.

Penyakit hanya puncak dari gunung es dari timbunan masalah di bawahnya. Baca lebih lanjut disini

Tapi akhirnya semua balik ke diri kita masing-masing. It's your life, it's your body, it's your choice! But consequences will followed by! Aku pengen berbagi aja perspektif soal penyakit dari pengalamanku. Let's discuss! 

Oke, jadi sekian :) Thanks for reading my 2 cents about what I experienced and what I thought. Selamat mencoba mengurai dasar dari puncak gunung es tubuh kita!

-------------------------------------------------------------------------
Ini ada video TED talk bagus dari seorang dokter luar negeri yang juga penulis buku ternama, ngejelasin soal konsep penyakit:


#daily life

RLL #3 How's Me?, Teman-teman Lucu & Bullet Journal

September 29, 2018

Hello world! Hufff.. I'm still alive y'alll... woof i made it this so far..

Jadi gimana kehidupan kalian kawan-kawan? Jarang nulis nih, tapi habis minum es kopi sore ini jadi semangat buat isi blog secara ringkas

Well... nanyain kabar orang lain udah nih, aku sendiri gimana? Yah. bisa dibilang aku ada di posisi selama kurun waktu 23 tahun ini, paling ga enak bangetttttt!!

Tapi harus tetap optimis, tetap berusaha, tetap semangat ya diriku! :)

Kalau ga diuji, lempeng banget gak sih idupnya? Ini bisa cerita banyak hal kedepan, buat jadi pembelajaran juga ke sesama.

Bukannya pengen glorify suffering, semacam self-pitying party.. Aku bukan penganut filsafat jenis untuk-mencapai-puncak-kenikmatan-adalah-dengan-banyak-penderitaan-itu haha.

Aku sih emoh. Big no no!

Tapi aku suka kasihan ama diriku sendiri.. Baik-baik ya diriku, aku pengen lebih bahagia ngejalanin hidup. Banyak yang lebih susah penderitaanya.

Tapi aku juga ingat bahkan banyak yang lebih mudah hidupnya -dan bakal bikin tambah stress, kalo mikirin yang akhir- apalagi sambil ngeliat IG stories, itu kalo ga jadi tool yang paling menginspirasi, atau malah bisa jadi tool bibit toxic bikin asumsi-asumsi ga terkendali

Pokoknya #PrayforDonggala lah, #PrayforPalu sedih banget gempa tsunami :( Indonesia stay strong!

Hehe balik lagi... jadi gimana diri sendiri?

Sehat? Yah setiap hari kita ya manusia berjuang melawan kuman-kuman jahat, jadi ya aku masih idup masih sehat aja hehe (ga mutu banget ya ya Allah ini jawaban aku sekenanya aja.. soalnya aku lagi berjuang bolak-balik rumah sakit jagain gigi, ama jaga pola makan.. tapi beruntung masih bisa gampang mikir gampang gerak ga encokan alhamdulillah)

Intinya.. aku sampe titik: ada alesan lah, kenapa aku dikasih penderitaan kaya gini. Aku kuatnya disini, aku ga bakal dikasih penderitaan semacam yang dikasi ke A, ke B, karena Allah tau, aku bisa kuat di posisi ini, tinggal aku menyikapinya gimana. Yha yha yhaaaa

Sans aja lah, hidup sekali hiduplah yang berarti. Yah walau banyak nangis-nangis di belakangnya :P

Tapi aku gimana ya.. agak ga mau nyebut ini penderitaan sih, ini tuh kaya fase yang ga bakal disangka-sangka bakal dihadapkan ke aku. Pokoknya stay strong tebas terus lah pantang mundur. Haha.. yaudah sih ya. Mental kuda aja.. haha yeee kuda poni! stay elegante!

Ga pengen nyalahkan siapapun, ga pengen cari-cari alasan.. Ini mungkin karena aku belum siap aja. Tapi pengennya jangan lama-lama Ya Allah. Banyak yang pengen dijabanin selain ini :(

"Allah pengen ngebentuk aku begini, pengen nujukin kesini lho baiknya kamu ini dengan personality-mu ini, hmmphh blek ini ujiannya.. good luck!" begitulah optimisku. Doakan aku kuat teman-teman :))) I need a lot of praying and strength

Ohya, selama ini sempet dikasih temen-temen lucu :3

tini wini biti

ini namanya tini, tapi namanya jadi latte

ini Biti, si bontot


Tapi tinggal satu sekarang, hilang entah kemana *tapi kayaknya yang satu mati diabisin kucing jantan deh yang Biti (anakan jantan), terus Latte (betina) dia ngilang tiba-tiba gatau kemana suatu hari* 

Tapi alhamdulillah sampai sekarang ada Choco!!! My baby girl.. setia banget dia :((( pelipur lara, suka cerita ga jelas ama dia soalnya di nge-judge-nya dalam hati, ngomongnya cuman meew meeww mulu :) my luv choco <3

choco, gadisku yang perlu banyak perhatian

Terus aku jadi balik suka nulis diary-planner yang jadi satu buku, pakai sistem bullet journal. Ini amazing sih, asli!

Cocok ama aku sendiri yang seorang overthinker, otaknya chaos parah, suka ga bisa fokus, yang ga bisa khusyu.. yang banyak maunya, yang pokoknya chaos abis lah. Ini cocok banget buat nata pikiran, nata kesehatan, nata dan menata apapun yang bisa ditata.

Konsepnya sih ditemuin ama seorang designer digital product, Ryder Carroll, dan banyak banget yang welcome ama konsep journalingnya si doi, sampe komunitasnya sekarang luas dan menginspirasi banget! Cek aja webnya langsung: Bullet Journal. Kapan-kapan aku bikin postingan soal bullet journal ini. Masih jadi draft, tinggal rilis :)

monthly future log ke-2 yang udah aku coba, dan ya bikin pikiran aku lebih tertata

Jadi begitu teman-teman. Tetap spread the good vibes!Haha maaf ya sok ngINGGRIS. Kebanyakan ke-expose internet ini mah, amburadul EYD nya.

Keep healthy all!

KPOP

[K-Corner] Talking About Becoming a Monbebe: a MONSTA X TRASH!

Agustus 29, 2017

It's not usual post that I used to write, but it's fun releasing some things make me happy. And the happy thing is, you said it.. a boyband??? Noo.. it's idol group!!! whatever..

They called as Monsta X... sigh... that bunch of boys from bottom part of that Korea peninsula. Again.. Again and again again.. It's so hard to get out from this deep blackhole. Yeah you all can mock me all the way you want... But it won't let me keeping enjoy they underrated thing anyway

So... At first... I disappointed with Bangtan's music since that complicated theories and youth concept stuffs - their music concept is more and more far from what I can enjoy. I don't hate them... They're so hardworking and talented. It's just so frustating for me rooting for them since what they delivered not my cup of tea tune in my ears.. And so much unfortunate push factors I can't spill for world-peace sake.

Actually I really miss the old Bangtan music, back then when they was in emo phase and did yeah-im-so-hep-hap concept XD - it's good thing, I'm still listen to them!

Then.. One fine day... I got really life changing thunderstruck! Attacked by a bunch of boys doing hip hop-mixed-EDM, performed all in black in old building.. I'm totally stuck to their Stuck MV! And then 2nd attack: Hero... 3rd attack: Tresspass.. Magic really happened! Their music... is.. isd.. I directly said... yaaah this is my style!

When talking about stanning an idol group, I consistently judging their music first. Not that because they're good looking, or their face is so soft and all blink-blink-dreamy-flowery-image. It's a bullshit of commonly majority of people who not really into K-Music scene when judging a trash like us.. oh right, maybe, a trash like me -_-

Well for my case.. it's all about songs, album, style, balance harmony and absolutely then completed by their actual live sing/rap and dance coreography. Visual, popularity and anything else followed after. And that's the main reason why I'm become.. yass yall can said it out loud.. MONSTA X TRASH!! Yeaaaah!!



So then the next question, when was I actually slip to them? The answer is when I saw the gif of I.M, winked so witty... (I dont want attach it here... cause its too embarassing XPP)

Like what???? What.. Who are you.. dammit silly witty funny oppa. I choose you! I choose to curious about you.

Yeah the next step I'm transform totally full trash when its comes to the first impression of a person actually. As easy as that I approaching the next trap. But wait.. he's not an oppa, he's a 96 kid. Dammit. He look older, more like 93-95 kid. Maybe that because of his eyes. But I knew it, I knew that I wasn't wrong in choosing a bias. K-POPer since 2010 trough many experiences here. And still loyal stanning this I-am-what-I.M kid till these days..

Further talk time.. why Monsta X? For me..
1. They have dopest jam-able title track! Good music is my number one priority. So far until now they are not disappointing, except the 'Rush' one.. Idk I hate that song and the concept (except the I.M wore short pants and orange tees for Mcountdown performance fancam, cause he's dammit so cute!). I tried checking out their music videos in youtube, and in short time voila surprisingly I got attracted further to them. Simple MV, not too complicated, it's okay it's still have aesthetic side, but their song are completely worth it. It's like a… how do I say it, it's not like that too hip hop or headbanging type, but it's combination of both that really pleasantly banger in balance way.
2. Solid album, finest b-tracks, complete the title track. Their recent album, Beautiful, even got #1 in Billboard. Their b-side tracks have diverse and different mood comparing to their strong beat main title track. Try to take a listen to their album, it's far from boring and exhausting.
3. Their talent for music is solid. But in my opinion, the 'hard carry' of the group songs are Jooheon and Kihyun. I'm amazing by the way Jooheon did tough-boy stage presence and fluently spitting rap in perfectly dopest harsh way, perfect for the strong beat. Sometimes his rap is playing with screaming, laughing and giggling. He made all that noise for hyping up the mood... So yeah, Joohoney, is really entitled for Monsta X dopeness! And about Kihyun.. his vocal is sweet and taste like honey, stand out perfectly blending and balancing the hard beat. Not to powerful, pleasant to hear. I think they both balance each other presence. The others are fine.
4. They have this brave kid, Daniel or I.M aka Changkyun. Using Asian Junkie 'brave kid' term for him because he actually is. HAHA its long way to explain these thing.. And all about this dork - but sometimes with Kihyun-Wonho-Jooheon-Minhyuk, is keep me sticking around to MONSTA X. 'There's a reason why our group call 'Monsta', is his ultimate legend statement (it's really fandom things anyway.. so dig deeper to find that meaning)
5. They are not exaggerating in doing things, funny in balanced and natural way.. I mean it for this. They really entertaining to watch.
6. Their company keeps releasing good stuffs about them (special clip, featured song, reality show)
7. They have (IYKWIM) a bear, a puppy, a frog, a snake. Perfect food ecosystem. And meme provider of course...!
8. Their visual is a perfect package deal: manly and different from each other. Their styling also consistent to flattering each advantage of individual characteristic, and for me, not too much experiment. And MX holy trinity is a bonus... HAHAHA

The flaws about my biasness is that I can't really say about their music lyric, I'm not fluently understanding Korean

And recently, their company keeps pushing the leader, Shownu, but I can't really tell he's good at variety thing. I don't exactly sure about him, because I have ambiguous idea toward him. Idk... All I'm sure about him is he's the definition of big bear. Haha.. As long as they keep releasing good stuff and being out of any controversies, I totally watch out for them. And their Monsta X-Ray release is totally worth to watch!!!

-----

Recommended  main title tracks: Beautiful, All In, Stuck, Shine Forever, Hero, Tresspass (you have watch these with watching the choreography, you'll gonna get stronger attach impact!)
Recommended b-side tracks - calm side: Need U, Because of U, Roller Coaster, All I Do, Last Page, Ex Girl, ๋ฐฑ์„คํƒ• (White Sugar), ํ•˜์–€์†Œ๋…€ (White Love), Amen
Recommended b-side tracks - dope side: Interstellar, Oi!, Calm Down, Blind, Be Quiet
Favorite choreography: All in, Beautiful, Shine Forever

#daily life

Rewarding My College Life

Februari 27, 2017



I want to write about something random..
related to any common late teenage girl feeling haha
kinda phase? don't know.. it's been a long time
It's about feeling, to a stranger. Totally stranger.

Does he remember me? Its likely he even don't know me.. maybe
Perhaps, I'm just a crumb of colliding star, passed by in his orbit
But i hope not

We met twice.. That night, in unbelievable incident
Unwanted, unexpected. And awkward.
I want to scream that night. Melt into molecules.
I don't know what I'm doing back then
Until the morning, we got split. I thought it was the end.
Because we back into completely stranger each other
Back to our own orbit

But that night is.. i don't know why...
why.. why it's hardly to forget
why him of all people there?
why that moment happened?

And then someday, when life gets flat..
I saw him... he saw me
But.. i thought he saw me first
Yeah we just sharing slight of sight.. in park, then he just left!
Leaving me wonder whether it was really him or not
It was must be a fool of me if I thought any further after
Then the end
Haha


But wait.. guess what?
He already gave spark into my memory
What kind of magic was that??
My mind suddenly jumped to that moment again after long time
Oh.. That guy! That old time!

And i don't know, all this time, my intuition said that he is a different good guy. I mean, really good guy, not like any other guys i know that crush-able in college life but then disappointing. The scary thing is, that my intuition in judging people, oftentimes, ... mostly true.

He's not that crush type first, but that night made me see him in different spotlight. We met twice.. We even don't talk that much, but why there's gravity of my mind toward him. I want to get rid this annoying this tickling-thing in my stomach, followed by feel of full on my chest.

Why... him?

Even its has little possibility, i want him to know that when I'm thinking about future.. it's always pull and push fight between my sense and, something, than called that hope, i prefer to call it curiosity.
My sense said that our orbit is far. Probability of we met it's likely really rare. My curiosity said that it's okay, he's good guy, what's up.. what has he been doing recently. And then it led me search him in online social media. Well.. I'm not that creepy stalker. No! I mean I just want to know a little, how his life doing. Just that. And apparently he seems busy. I don't see update of any event, graduate, or anything related to daily life. Okay. That was fine. It seem he was doing great... Okay. No other expectation.

Why him.. a stranger..

I believe in destiny, hope. But reveries, something kind reveries.. I know i can't depend on something like that.. I don't want my self get suffered later by something unpredictable. His status as stranger maybe made him in my eyes looks good during this time, maybe it's gonna be different if I know him further. But it's okay, it's life, full something we don't expected. Maybe I'm too naive or what. Need to go on then.

In positive side, my feeling said "ah this feels good... to have a crush something like that in college life... give butterfly and fluttering heart"

If I can make a wish, if God permits.. perhaps we can graduate in same time, same place? please?
so i can hear his name mentioned loudly in my big day.. haha

it's silly random i know.. but i think this is a good idea to reward my college

#daily life

DIY Buku Catatan Menggemaskan

Februari 07, 2017



 Ide bikin kerajinan ini sebenernya dari temen yang gercep abis ngebikinnya, si Arma. Dengan budget pas Rp 40.000, kita bisa menghasilkan 4 buku. Ceritanya ini kerajinan dibuat pas saya gabut, karena bingung revisian ga abis abis (???) (mana ada revisian gabut bill), kemudian tiba tiba datanglah bulan-bulan wisuda.

Sebagai makhluk sosial yang ikut merasakan kebahagian sesama anak kuliahan, (padahal dalam ati mah masih gelisah), kita bikin sesuatu buat dijadiin kado dan kenang-kenangan buat teman teman yang wisuda. Dan pastinya, ga usah ditanya..  saya kalo diajakin bikin barang  kerajinan semangatnya 200%

Udah dari sananya disetel segitu :(( jadi jangan ditanya

Dengan modal kamera pocket, gambar proses ngebuat buku catatan tadi, saya buatin tutorial ulala macam begindaaang:



Hasil jadinya...lumayan laah. Malah sampe akhirnya ketika udah mau jadi, temen saya itu malah hampir ga jadi ngasih ni barang, saking menggemaskannya.

Tapi akhirnya dikasi juga hahahaha

#daily life

Commuting Ria di Jalan Raya Pantura

Januari 27, 2017



Tahun ini sepertinya bakal menjadi tahun dimana banyak terjadi transisi fase kehidupan. Dengan tujuan utama buat mengeluarkan diri secara terhormat dari kampus yang udah 4 taun lebih dikit dihinggapi. Haha.. Sebentar lagi juga bakal menjauh dari hiruk pikuk perkotaan dan kembali ke kampung halaman. Back to the crib! Aamiin Ya Robbal Alamiin

Udah 4 tahun ini juga jadi seorang mahasiswa commuter. Make motor matic, menerjang kepulan asap asap tak jelas, via pantura. Bolak-balik antara wilayah pedesaan (tapi yang sepertinya malah bakal rame dan menjadi semacam kota kecil), ama ke perkotaan, yang rame ama perdagangan juga industri, full perkerasan, beton, baliho baliho, ama kabel-kabel listrik tercecer, in the airrrr.

Commuting, atau bahasa lokalnya, ngelaju, dilakuin orang-orang yang disebut commuter. Biasanya aktivitas ngelaju ini dilakuin ama mereka yang pulang pergi tiap hari buat kerja. Yeah, I'm one of them. Semi-commuter actually. Karena ga setiap hari juga sih, baliknya baru dua minggu atau seminggu sekali pas weekend. Dan tujuannya buat nyari ilmu, bukan nyari penghidupan ato duit. Pantaskah dibilang commuter? Haha.. Ha! Ngeliat dari sudut pandang mahasiswa di jurusan saya sendiri, istilah 'balik rumah' itu sesuatu yang agak sensitif. Dan saya golongan anak yang paling rajin balik rumah, alesannya bikin saya tulisan sendiri disini.

Jalan hidup sebagai seorang semi commuter, bikin saya dibentuk langsung dari alam jalanan pantura (bil?). Dengan jam terbang yang juga udah sabi banget buat lolos club anak jalanan (???) (alig ah lu bil), ada beberapa hal yang mo saya ceritain soal perjalanan commuting selama ini.

4 tahun bolak balik naek motor, 4 taun ngerasain perubahan suasana dari kota ke desa ama sebaliknya, ngeliat berbagai hal di jalanan, mikiran kehidupan, dapet inspirasi ga terduga, bisa dapet skill juga.. yang you know lah, dimana cuman jalan pantura yang isinya bis, truk doang yang bisa 'mendidik', believe it or not..


Kecelakaan


Kecelakaan lalu lintas. Satu hal yang ga bisa terhindar dari aktivitas berkendara. Alhamdulillah banget sampe sekarang masih diberi nikmat sehat walafiat selamat dari dunia lalu lintas. Yang ada, saya diuji ama diingetin lewat kecelakaan.

Pernah saat itu pas perjalanan balik, keadaan hati bener-bener lagi sensitif. Ruhani minggu-minggu itu lagi basah-basahnya karena lagi rajin kajian ama liqo. Antara ngelihat orang kecelakaan, atau darah bekas orang kecelakaan, saya lupa, tapi itu bisa bikin saya seketika nangis. Cry in silent, coy! Berbagai bayangan jauh ke depan, bayangin ke alam kubur, ngemunculin pertanyaan-pertanyaan buat introspeksi diri. Udah ngelakuin apa aja buat bekal besok, kaya kematian itu sebenernya deket loh bro. Apalagi kalo berkendara, musafir, lebih deket lagi ke kematian (ada haditsnya pokoknya tapi ga hapal). Nangislah.. Sejadinya. Udah makin menjadi jadi sambil ngebayangin muka ortu.

Itu kalo di flashback, ngebayangin diri saya sendiri kasian banget hahaha. Tuh cewek naik motor, helman kaca item, kebut kebutan, eh taunya lagi nangis. Wkwkwk.. Sebelum sampe rumah, di perjalanan helmnya sambil dibuka dulu, matanya biar kering kena udara, air matanya ilang dan ga ketauan abis nangis.

Soal kecelakaan, seringnya tuh yang ditemui kecelakaan yang bikin macet. Kendal-Semarang, yang isinya padat berisi penuh besi-besi besar bermesin, satu lajur stuck bentar buat nyebrang, ato putar balik, ngaruh banget ke belakangnya. Tapi separah-parahnya tuh ya, paling parah kecelakaan yang disitu udah ada polisi yang ngatur, tapi dasar habit beberapa orang Indonesia (ga semua orang Indonesia, tapi gatau selaluuu aja banyak), malah ditontonin, bikin kerumunan. Ngebantu banget bikin kemacetan yang bikin tambah tambah. Ga abis pikir dah. Itu pilihan mereka memang buat penasaran emang, tapi ya gausah sampe ngambil hak pengendara motor buat gunain jalan lah. Ditambah lagi pengendara motor yang kemudian tanpa ngasih tanda apa apa melambat terus tiba-tiba berenti di jalan. Udah tuh.. Asem banget. Asli.


Anak Jalanan Baek Baek

Hahaha.. Penampilan menipu itu asli. Saya, diluar walau terlihat adem ayem (ga pernah keliatan panas), tapi kalo udah udah di jalan pegang motor, kata anak-anak kelas, jadi 'aerodinamis'. Sabi beudd… macam desain mobil kau ya bil. Yah mungkin aerodinamis itu sejenis sebutan anak jalanan tapi versi baek baek XP

Apakah kalian tau, setelah mencicipi bagaimana berkendara jauh dengan rata-rata 70-90 km/jam, bakal susah buat stop. Karena bakal ngerasain membosankannya dengan cuman ngegas 50-60 km/jam. You feel that adrenaline! (astaghfirullaah.. itu nafsu namanya bil).

Walaupun gitu, tapi saya tetap tau aturan main buat berkendara di jalan umum. Prinsipnya, tetep cepet, tapi tau kapan main pelan ama cepet, nyalip tanpa bikin bahaya yang lain, ama taat rambu lalu lintas. Sebenernya kan yang bikin bahaya kan yang ugal-ugalan, kebut kebutan. Dan terkadang malah orang yang berkendara lambat yang bikin gemezz ko hahaha (astaghfirullaah.. itu ga sabar namanya bil)

Kalo udah di jalan, kan ketemu ama banyak macam-macam pengendara lain yang juga suka cepet nih. Ada pengendara yang tipe suka provokasi dan terprovokasi, ada juga pengendara yang main cepet cuma pas jalan lenggang. 'Asik'nya sih pas ketemu pengendara all-rounder, yang bisa cepet, pinter salip kanan kiri, tapi nyalipnya tetep aman. Maksudnya aman, dia belok belok tapi ga ngebahayain sekitarnya (at least in my point of view). We just like fishes then (?) haha. Kemudian kudu paling sabar, kalo udah ketemu ama yang tipe suka kebut tapi pake ngeklakson-klakson gak sabaran, ama pengendara yang ga peka (gatau gunain lajur). Ya begitulah..

Liat Sunset

Ga perlu kepantai cuy! Naik motor dari Semarang lewat jalur lingkar
Kaliwungu, sore-sore mendekati maghrib bener bener pemandangan yang ga ada duanya kalo pas cuacanya bagus. Disitu saya ngerasa… 'aaah bener bener kebesaran Allah Subhanahuwata'ala, Yang Maha Kuasa, kanvasnya gede banget ah'.. kaya kita ga ada apa apanya.

Disitu mata saya kadang berbinar-binar ngeluarin blink blink saking ga bisanya diungkapin pake kata-kata (yoiii!). Jadi, selama 4 tahun commuting, nglewatin disitu, di jalan lingkar, itu favorit banget buat ngeliat sunset. Langit di sekitaran situ tuh kaya 180 derajat free ga terhalang bangunan, bisa keliatan lebar banget gradasi warna sunsetnya. Disepanjang jalan juga isinya emang kebanyakan sawah ga produktif yang malah jadi kaya tambak, jadi pantulan sunset yang warnanya biru-pink-ungu, atau kadang biru-merah-oranye, itu udah mantul di air, efeknya bener bener... Subhanallah banget, Allahu Akbar deh. You all have to see it with your own eyes!

Segera! Secepatnya.. Sebelum tuh lahan-lahan berair bakal diuruk, diganti ama gudang, pabrik industri semacemnya atas nama park by the bay lah, kendal industrial park lah, singapura kedua lah.. T_T Damnn.. Sedih kalau ngebayangin tuh lahan sekitar jalur alternatif isinya bakal penuh bangunan (wanna curse madly but it's gonna be awkward, though.. )(anak baek baek gantinya baca doa ya nak yaa)


Anti Kudet Perkembangan Lingkungan

Dari commuting, saya jadi merhatiin perkembangan wilayah paling gak diliat dari perubahan kanan kiri jalan walau sambil lalu. Pas banget ama kuliah saya yang juga nyambung banget ama hal beginian. Dulu waktu masih maba, waktu masih pake bis buat bolak balik kampung halaman (karena masih sempet), mainannya ngeliatin penumpang lain (?) (lhoh). Makin lama, karena ga bisa ketolong lagi ama ke-hektik-an perkuliahan, dan nyerah juga buat pake motor, mainannya jadi bangunan kanan kiri jalan.

Yang paling kerasa sih emang soal transportasi (yaiyalah.. jalan). Dulu, bis jurusan terminal Mangkang-Tembalang masih gampang ditemui, makin lama makin sepi peminat, terus jadi jarang. Lalu ada trans Semarang, yang sekarang makin rame peminat, penuh penumpang terusss. Dulu juga pas diawal awal naik motor, jalanan tuh masih lengang, macetnya wajarlah. Setahun dua tahun kemudian, dang! … Mulai dari kota Kendal sampe Mangkang, itu kaya ada ledakan pengguna motor. Pas jam berangkat/pulang kerja, saking banyaknya, itu jalan udah cocok disebut lautan, karena sejauh mata memandang kedepan ama kebelakang, juga di badan jalan, isinya murni orang naik motor. Dimana yang signifikan nambahin yaitu buruh-buruh pabrik di Mangkang/Tugu yang juga commuter. Selama empat taun ini yang ada jalan banyak dilebarin, jalan juga pada makin tinggi tinggi gara-gara dilapis mulu, jalanan jadi terang menyilaukan gara-gara beton dipasang dimana mana, jalan di Kendal yang entah napa sering banget bolong ama bergelombang, Mangkang-Kalibanteng tetep the best bikin stress, ada fly over Kalibanteng, dan yang terbaru gatau itu di Jatingaleh mau dijadiin apa.

Paling seneng kalo di jalan tuh pas di sepanjang jalan alternatif Kaliwungu tadi, karena selain ngeliat sunset juga ngelihat pohon flamboyan bersemi kalo udah mau ganti musim. Ada juga perkembangan bus trans Semarang, yang gonta ganti bis, ama masih inget dari yang dulu haltenya masih bersih dengan warna merah cerah sekarang kacanya udah pada burem (apalagi yang di Mangkang-Tugu) yang sekarang mau masuk kawasan UNDIP dengan haltenya yang miring di tanjakan.

Soal guna lahan (eciee guna lahan..), yang paling diinget itu Park By the Bay dooong… yang digadang gadang bakal jadi kaya 'Singapura' (I don't feel right about this), yang isinya industri. Terus ada pelabuhan kendal, perubahan jalan Pamularsih yang isinya makin banyak ama tempat-tempat makan elit, ama tren pertumbuhan perumahan di Semarang atas. Paling suka sih kalo lewat pabrik-pabrik, pabrik indomie ama pabrik gula, beuh.. juara beuudd baunya.

Filter Kehidupan

Berawal dari helm yang kacanya disemprot entah cairan apa ama bapak, terus malah bikin burem, jadilah helm motor yang saya pake selama 4 taun ini, diganti pake yang item. Yang terjadi kemudian berimbas ama mata yang makin ga suka ama sinar matahari alias lebih suka gelap. Ga ada penjelasan ilmiah emang, haha karena ini opini dari pengalaman pribadi.

Dengan filter, motoran bisa ngeliat langit dengan bebas. Langit yang kalo diliat pake mata langsung keliatan biru terang, tapi karena brightnessnya udah diturunin, di overlay ama kehitaman helm, jadi beda sensasinya. Maksudnya, dari pengalaman, berkali kali saya ngeliat langit lebih dramatis indahnya kalo di pake filter. Dari hal gitu coy, saya mikirin lesson learnednya, kalo apapun yang ditangkap oleh indera secara langsung, terkadang bakal terlihat indah kalo dikasih filter dulu. Kaya segala kejadian hidup itu lebih dapat dijalani dengan ikhlas kalo difilter pake tabbayun, husnudzon, positive thinking, kebijaksanaan. Sabi abizzz…

Paling bestlah, tu helm dipake pulang malem-malem, pas musim ujan. Best tingkat tinggi parah! Alam pantura bakal nguji insting kalian sebagai pengendara. Belum lagi bonusnya kalo musim ujan jalan udah dimana mana berlubang dan bergelombang. Mata yang sehat is a must. Dengan dengan helm berkaca hitam plus gelapnya malam, tambah lagi limpahan air ujan bikin makin ga jelas, ga ada yang dapat kita gantungin selain pupil mata yang lebar maksimal buat nangkep cahaya sebanyak banyaknya. Kalo gabisa udah nyerah, dibuka tuh kaca, wajah uda pasrah menerima campuran angin-air-asap (kadang lumpur) yang double sukses buat bikin komedo. What a life!! Drama banget idupnya sik kau biill




Good time, good experiences after all
But still, I -and maybe represent majority commuter, want public transportation to improve to be better, so we can move on from exhaustion becoming commuter at these time

follow me on Instagram